Obat Keluarnya Cairan Berwarna Kuning Kehijauan dari Penis

Mempunyai keluhan dengan penis yang selalu mengeluarkan cairan kuning kehijauan?

Kondisi seperti ini meruoakan gejala dari penyakit gonore atau kencing nanah.

Kapsul Gang Jie dan Gho Siah cara cepat menyembuhkan penyakit kencing nanah sampai tuntas dan tidak kambuh kambuh lagi.

Gang Jie dan Gho Siah Obat Keluarnya Cairan Berwarna Kuning Kehijauan dari Penis Ampuh

Gang Jie dan Gho Siah Obat Keluarnya Cairan Berwarna Kuning Kehijauan dari Penis Ampuh

Harga 1 Paket Obat
Rp 295.000

Detail Produk
1 botol Gang Jie isi 50 kapsul
1 botol Go Siah isi 50 kapsul

Aturan Minum
Di minum 3X sehari (pagi , siang , malam) 1 jam sebelum makan sekali konsumsi 2 kapsul Gang Jie dan 2 kapsul Go Siah.

Kontak

Sms / Wa : 082 – 3224 – 98 – 543
BBM: D105370C

Cara Pemesanan

LANGKAH MUDAH BELANJA OBAT HERBAL DE NATURE ASLI

Testimoni

sipilis de nature testimoni gang jie gho siah salepplus

sipilis de nature testimoni gang jie gho siah salepplus

Tentang Keluarnya Cairan Berwarna Kuning Kehijauan dari Penis / Gonore

Gonore atau kencing nanah adalah salah satu penyakit menular seksual yang umum dan disebabkan oleh bakteri bernama Neisseria gonorrhoeae atau gonococcus. Pria maupun wanita bisa terjangkit penyakit ini. Bakteri gonococcus biasanya ditemukan di cairan penis dan vagina dari orang yang terinfeksi.

Bakteri penyakit ini bisa menyerang dubur, serviks (leher rahim), uretra (saluran kencing dan sperma), mata, dan tenggorokan.

Keluarnya Cairan Berwarna Kuning Kehijauan dari Penis
Keluarnya Cairan Berwarna Kuning Kehijauan dari Penis

Gonore paling sering menular melalui hubungan seks, seperti seks oral atau anal, mainan seks yang terkontaminasi atau tidak dilapisi dengan kondom baru tiap digunakan, dan berhubungan seks tanpa menggunakan kondom. Tapi bayi juga bisa terinfeksi saat proses kelahiran jika ibunya mengidap penyakit  kelamin gonore dan umumnya menjangkiti mata bayi.

Bakteri gonore tidak bisa bertahan hidup di luar tubuh manusia untuk waktu yang lama, itu sebabnya gonore tidak menular melalui dudukan toilet, peralatan makan, berbagi handuk, kolam renang, berbagi gelas, ciuman, dan pelukan.

Gejala Gonore

Sekitar 10 persen pria yang terinfeksi dan 50 persen dari wanita yang terinfeksi tidak mengalami gejala sehingga banyak penderita gonore menularkannya kepada pasangan mereka tanpa disadari.
Biasanya lebih mudah untuk mengenali gejala gonore pada pria dibandingkan wanita karena gejala awal pada wanita mungkin sangat ringan atau tidak begitu jelas sehingga sering keliru dianggap sebagai infeksi vagina atau infeksi saluran kemih. Infeksi akan menjalar ke organ panggul wanita jika tidak segera diobati dan bisa menyebabkan pendarahan pada vagina, sakit pada perut bagian bawah, demam, dan sakit saat melakukan hubungan seksual.

Gejala gonore yang sering muncul, baik pada pria maupun wanita, di antaranya adalah saat buang air kecil akan terasa sakit atau perih dan keluarnya cairan kental berwarna kuning atau hijau dari vagina atau penis. Oleh karena itu, penyakit ini dikenal dengan sebutan ‘kencing nanah’.

Diagnosis Gonore

Diagnosis gonore pada pria bisa dilakukan dengan menguji sampel urine atau dengan metode yang bisa digunakan baik pada pria maupun wanita, yaitu dengan memeriksa sampel cairan yang keluar dari vagina atau penis. Pemeriksaan sampel urine untuk memeriksa gonore pada wanita tidak begitu akurat, itu sebabnya pemeriksaan dilakukan dengan mengambil sampel cairan vagina.
Segera periksakan diri ke dokter jika Anda mengalami gejala gonore atau penyakit menular kelamin lainnya sebelum menjadi masalah kesehatan jangka panjang yang lebih serius.

Dokter biasanya akan memberikan satu suntikan antibiotik dan satu tablet antibiotik untuk mengobati gonore, serta menganjurkan agar Anda kembali lagi satu atau dua pekan setelah pengobatan awal untuk pemeriksaan ulang dan memastikan bakteri gonore telah hilang sepenuhnya.
Gejala akibat bakteri gonore akan membaik setelah beberapa hari jika dilakukan pengobatan gonore yang efektif dan sesegera mungkin. Tapi jika dibiarkan, bisa menjadi masalah yang serius.

Untuk mencegah penularan pada orang lain atau terinfeksi kembali, Anda dan pasangan Anda sebaiknya tidak berhubungan seks hingga perawatan benar-benar tuntas dan pemeriksaan ulang telah terbukti negatif.

Anda bisa terkena penyakit gonore kembali jika tidak melakukan hubungan seks yang sehat dan aman di kemudian hari. Cara terbaik untuk mencegah infeksi menular seksual adalah dengan tidak berganti-ganti pasangan, tidak melakukan hubungan seksual di luar nikah, dan gunakan kondom jika melakukan hubungan seks.